Bleaching Rambut Lebih Aman: Menekan Kerusakannya - TMC
17548
wp-singular,post-template-default,single,single-post,postid-17548,single-format-standard,wp-theme-bridge,ajax_fade,page_not_loaded,,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-16.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-6.10.0,vc_responsive

Bleaching Rambut yang Lebih Aman: Menekan Kerusakannya

Bleaching adalah proses paling keras yang bisa dialami rambut. Dia bekerja dengan membuka kutikula dan mengangkat pigmen dari dalam batang rambut. Prosesnya efektif, dan kerusakannya nyata.

Tidak ada bleaching yang benar-benar tanpa kerusakan. Yang bisa dilakukan adalah menekan kerusakannya seminimal mungkin.

Apa yang Terjadi pada Rambut

Zat pemutih membuka kutikula supaya bisa masuk ke korteks, bagian dalam batang rambut tempat pigmen berada. Setelah pigmen terangkat, struktur di dalamnya jadi lebih berongga.

Konsekuensinya:

  • Rambut kehilangan kekuatan dan lebih mudah patah
  • Kelembapan lebih cepat hilang karena kutikula tidak menutup serapat sebelumnya
  • Rambut terasa lebih kasar dan mengembang
  • Ujung bercabang muncul lebih cepat

Semakin terang warna yang dituju, semakin lama prosesnya, dan semakin besar kerusakannya.

Menekan Risikonya

Jangan bleaching di rambut yang baru diproses kimia. Beri jeda dari rebonding, smoothing, atau pewarnaan sebelumnya. Menumpuk proses adalah penyebab kerusakan berat yang paling umum.

Naikkan tingkat kecerahan bertahap. Dari hitam langsung ke pirang dalam satu sesi jauh lebih merusak daripada dicicil beberapa sesi dengan jeda.

Jangan bleaching ulang di bagian yang sama. Untuk akar yang tumbuh, aplikasikan hanya di akar. Mengulang di bagian yang sudah di-bleach menumpuk kerusakan tanpa menambah hasil.

Perhatikan kondisi kulit kepala. Kalau ada luka, iritasi, atau baru digaruk sampai lecet, tunda dulu.

Uji sensitivitas kalau ini pertama kalinya, karena sebagian orang bereaksi terhadap bahan pemutih.

Rontok yang tidak berhenti punya sebab lain. The Men’s Clinic menangani kerontokan dan kebotakan pada pria. Kalau itu yang Anda alami, pemeriksaan awalnya gratis.
Konsultasi dengan dokter

Perawatan Setelahnya

  • Kondisioner setiap keramas, tanpa terkecuali
  • Masker kelembapan atau protein seminggu sekali
  • Kurangi catokan dan hair dryer suhu tinggi
  • Keramas dengan air hangat suam
  • Sisir dari ujung ke atas, dan jangan menyisir saat rambut basah kuyup
  • Potong ujung yang rusak secara berkala

Perawatan tidak mengembalikan struktur yang hilang, tapi mencegah kerusakan bertambah dan menjaga tampilannya.

Kalau Rambut Terlihat Jauh Lebih Tipis

Setelah bleaching, rambut sering terlihat berkurang. Umumnya ini bukan kebotakan, melainkan rambut yang patah di sepanjang batang karena rapuh.

Cirinya: rambut yang jatuh pendek-pendek dan tidak ada bonggol putih di ujungnya. Rambut yang rontok dari akar biasanya utuh dari pangkal.

Kondisi ini membaik setelah proses kimia dihentikan dan bagian rusak tumbuh keluar.

Yang berbeda adalah penurunan kepadatan berpola: menipis di ubun-ubun atau sisi dahi sementara rambut belakang tetap tebal, dengan rambut baru yang makin halus. Itu ciri androgenetic alopecia, dipicu genetik dan hormon DHT (dihidrotestosteron), dan tidak disebabkan bleaching.

Kalau pola itu yang terlihat, di The Men’s Clinic pemeriksaan kulit kepala dan folikel bisa memastikan tahapannya, lalu ditentukan pendekatannya seperti Hair Restoration MesoPRP atau transplantasi rambut teknik FUE.

Kapan Sebaiknya Ditunda

  • Rambut sudah sangat rapuh dan banyak patah
  • Baru menjalani proses kimia lain dalam waktu dekat
  • Kulit kepala sedang bermasalah
  • Sedang dalam masa pemulihan setelah tindakan medis di kulit kepala

Ringkasnya

Bleaching selalu merusak. Yang bisa dikendalikan adalah seberapa besar: beri jeda antar proses, naikkan kecerahan bertahap, jangan ulangi di bagian yang sama, dan rawat kelembapannya setelahnya.

Kalau rambut terlihat menipis setelahnya, biasanya itu patah. Tapi kalau berkurangnya mengikuti pola tertentu, sebaiknya diperiksa.

Konsultasi gratis di The Men’s Clinic kalau kepadatan rambutmu berkurang dengan pola tertentu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah bleaching bisa menyebabkan kebotakan?

Bleaching merusak batang rambut sehingga mudah patah, dan itu membuat rambut terlihat lebih tipis. Tidak membuat folikel berhenti berproduksi.

Berapa jeda aman antar bleaching?

Semakin lama semakin baik, dan sebaiknya dinilai dari kondisi rambut. Bleaching ulang pada rambut yang masih rapuh berisiko patah parah.

Bisakah rambut pulih setelah bleaching?

Bagian yang sudah rusak tidak bisa dipulihkan. Yang bisa dilakukan adalah merawatnya dan memotong bertahap sampai rambut baru menggantikan.

Apakah bleaching aman untuk kulit kepala?

Bisa menimbulkan iritasi, terutama pada kulit kepala yang sensitif atau sedang luka. Uji sensitivitas dianjurkan sebelum proses.



Banner promosi